Tanah menjadi salah satu objek investasi begitu populer untuk dimiliki. Banyak orang memilih jenis investasi pinvest 2roperti jenis ini karena nilainya yang terus meningkat. Karena sifatnya yang tidak dapat di perbarui, pertumbuhan properti yang terus meningkat pesat akan membuat tanah perlahan mengalami kelangkaan pasokan. Permintaan tanah pun akan terus meningkat dibandingkan ketersediaan ketersediaan yang ada.

  1. Sifatnya yang fleksibel, dapat memungkinkan Anda mendapatkan pendapatan pasif melalui bisnis penyewaan. Salah satu contohnya Anda dapat menyewakan unit kavling tersebut sebagai lahan parkir ataupun unit bangunan komersial seperti ruko (biasanya dalam jangka waktu belasan tahun). Anda juga dapat memanfaatkan kavling tersebut untuk digarap menjadi lahan produktif. Contohnya ialah sebagai kebun atau sawah.
  2. Kenaikan harganya cenderung lebih tinggi dari inflasi, di mana hal ini akan sangat menguntungkan bagi Anda yang berencana memiliki simpanan jangka panjang. Rata-rata kenaikan harga tanah per tahun berkisar mulai 20 hingga 25 persen. Lain halnya jika Anda berinvestasi di daerah berkembang, kenaikan harganya dapat mencapai 30 persen hingga 40 persen per tahun. Bahkan untuk kawasan CBD (Central Business District), nilai kenaikannya mencapai 200 persen hingga 300 persen
  3. Di sisi lain Anda juga perlu memperhatikan produktivitas tanah. Karena apabila tidak di garap secara baik hanya akan memberikan beban biaya, mulai dari ongkos perawatan, penjagaan hingga pajak yang harus dibayarkan setiap tahunnya. Meski begitu, biaya perawatan yang disebutkan di atas relatif kecil apabila dibandingkan dengan unit properti bangunan. Investasi Lahan juga minim akan resiko, sehingga tidak membutuhkan asuransi.
  4. Sering kali keterbatasan biaya menjadi hambatan seseorang untuk berinvestasi tanah. Karena harga jualnya yang relatif tinggi, sebaiknya Anda menyasar lokasi dengan kisaran harga yang masih terjangkau. Dengan catatan lokasi tersebut memiliki potensi menjanjikan dan terdapat rencana proyek pembangunan untuk mendongkrak nilai tanah di kemudian hari. Sebagai contoh, kawasan satelit dari kota-kota besar, seperti Bekasi dan Malang
  5. Berbeda halnya dengan investasi emas, tanah akan memberi nilai pengembalian modal yang jauh lebih besar jika Anda dapat menemukan lahan yang prospektif. Namun hal ini kembali lagi di dasarkan pada potensi pertumbuhan properti yang ada di sekitar kawasan tersebut. Sangat penting untuk Anda melakukan riset mendalam untuk mengetahui hal ini.
  6. Karena proses pencairannya yang tidak mudah (dan cepat), ada baiknya Anda tidak menyandarkan seluruh aset pribadi Anda ke dalam jenis properti satu ini. Pada umumnya, keuntungan investasi tanah ini baru terlihat dalam jangka waktu 3 hingga 5 tahun ke atas. Kecuali jika tanah yang Anda miliki berada pada kawasan bisnis atau komersial. Tanah juga tidak dapat diagunkan ke bank jika Anda ingin mengajukan pinjaman.

sumber : http://www.lamudi.co.id

Advertisements