Liputan6.com, Jakarta – Berbicara investasi maka berkaitan erat dengan keuangan dan ekonomi, berikut akumulasi suatu bentuk aktiva dengan harapan mendapat keuntungan di masa depan.

Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Investasi memang menjanjikan keuntungan, namun investor juga harus jeli melihat kelebihan dan kekurangan investasi miliknya.

Jenis investasi yang biasa ditemukan di Indonesia cukup beragam. Mulai dari mata uang asing, perhiasan, saham, deposito, obligasi, barang-barang antik, hingga properti.

Bagi Anda yang tertarik berinvestasi di bidang properti khususnya tanah, rupanya ada beberapa hal yang perlu dipastikan sebelum membeli. Utamanya, mengecek legalitas kavling tersebut bebas dari free, clean, dan clear.

Free artinya bebas sengketa, dengan nama pemilik sesuai dengan yang tertera di sertifikat tanah. Clean, artinya tanah tersebut tidak sedang digunakan untuk kegiatan ekonomi lain atau ditempati oleh orang lain yang tidak berhak.

Sementara clear artinya ukuran tanah tersebut tepat, seperti yang tertera di sertifikat, serta cocok batas-batasnya.

Serupa dengan jenis penanaman modal lainnya, berinvestasi tanah kavling juga memiliki sisi plus dan minus tersendiri. Apa saja contohnya, seperti dikutip dari www.rumah.com yang ditulis Jumat (4/3/3016).

Plus

  1. Capital gain. Siapapun tahu harga tanah terus menerus mengalami kenaikan. Persentasenya bisa mencapai 20 persen-25 persen tiap tahunnya, atau dua kali lipat setelah 5 tahun ke depan. Nilai plus inilah yang menjadikan investasi tanah cocok bagi pemula.
  2. Properti yang memiliki return dan capital gain tinggi seperti tanah, sebaiknya jangan dijual dalam waktu singkat. Tunggu dulu hingga harganya naik signifikan. Biasanya, kenaikan nilai properti akan sangat terasa setelah lima tahun.
  3. Lalu dari sisi biaya. Perawatan tanah kosong memang tak memerlukan biaya besar dan menyulitkan. Berbeda dengan properti berupa bangunan, seperti rumah, apartemen, ruko, kantor, atau kios, yang harus terus dipelihara sehingga kerap merogoh kocek setiap tahun.
  4. Punya nilai tambah (added value). Keuntungan ini bisa diperoleh ketika lahan tersebut dikembangkan. Belakangan banyak ditemukan pengembangan perumahan dalam skala kecil yang dikemas dalam bentuk cluster. Jika lahan tergolong strategis, bisa juga kavling tersebut dijadikan ruko.
  5. Permintaan vs Persediaan. Persediaan tanah tidak akan bertumbuh dan bertambah, sedangkan permintaan akan semakin bertambah seiring pertumbuhan penduduk yang membutuhkan lahan tinggal. Menurut prinsip ekonomi dengan semakin banyak permintaan maka akan semakin tinggi juga penawarannya.
  6. Dialokasikan untuk bisnis lain. Keuntungan lain yang bisa didapat dengan berinvestasi tanah adalah sarana berbisnis. Sambil menunggu masa lima tahun hingga harga tanah naik dua kali lipat, Anda bisa memanfaatkan lahan untuk ruang berbisnis tambahan. Misalnya, kebun sayur, lahan parkir, atau taman untuk acara pesta pernikahan.

Minus

  1. Minim income. Lahan kosong umumnya tidak dapat menghasilkan income, berbeda dengan investasi rumah atau ruko yang dapat disewakan. Kecuali, Anda bisa melihat peluang seperti yang tertulis di poin nomor 5 (sisi plus).
  2. Sifat likuid kecil. Berbeda dengan emas, investasi berupa tanah dirasa sulit saat hendak dicairkan menjadi bentuk uang dalam waktu singkat.
  3. Modal besar. Dibanding properti lain seperti rumah atau apartemen, tanah relatif lebih terjangkau untuk dibeli. Hanya saja lokasi tanah yang berada di area strategis biasanya dibanderol dengan harga tinggi.
  4. Menguras pengeluaran. Poin ini berlaku jika lahan yang dimiliki tidak dipergunakan secara produktif. Alhasil, tanah hanya akan memberikan beban seperti pajak, penjagaan dan perawatan. Karena jika tidak diberi batas yang jelas (pagar atau tembok) serta pengamanan, seringkali tanah disalahgunakan oleh pihak lain.

sumber : http://properti.liputan6.com

Advertisements