Investasi

Tanah Sebagai Pilihan Investasi Tanpa Resiko

Cara Investasi Yang Benar, Aman, Terbaik dan Terpercaya

Jika anda ditanya “Apakah anda ingin berinvestasi atau trading?” Anda mungkin akan menjawab “investasi.” Dalam sebagian orang juga akan menjawab sama. Kenapa? Karena istilah “investasi” lebih akrab di telinga masyarakat, bahkan masyarakat awam sekalipun. Bagi sebagian orang, setiap kegiatan berorientasi ekonomi (di mana mereka harus mengeluarkan sejumlah uang untuk model) dianggap sebagai investasi; dan investasi terbaik adalah kegiatan ekonomi yang menghasilkan paling banyak keuntungan. Benarkah demikian? Berikut anda beberapa cara investasi yang benar, aman, dan terpercaya.

Kenali Perbedaan Investasi dengan Trading

Sebenarnya, ada suatu perbedaan yang mendasar antara investasi dengan trading, meski kedua istilah ini sering dicampuradukkan oleh para pelaku usaha. Perbedaan tersebut terletak pada “siapa” yang bekerja secara aktif untuk mendapatkan keuntungan.

1)  Investasi

Menurut definisi sederhana, “investasi” berarti menanamkan modal. Mungkin, definisi sederhana inilah yang membuat orang beranggapan bahwa segala aktivitas ekonomi yang membutuhkan modal dianggap sebagai investasi. Padahal, ada beberapa atribut lain agar suatu kegiatan ekonomi dinamakan investasi. Investasi sifatnya “pasif”; artinya, anda sebagai investor tidak menjalankan langsung usaha untuk mendapatkan keuntungan. Ada pihak lain yang menggunakan uang tersebut dan anda hanya tinggal menikmati keuntungannya (atau kerugiannya) saja.

Misalnya, ketika anda menabung di bank, anda bisa dikatakan sebagai investor, dan uang tabungan anda digunakan oleh pihak bank untuk menjalankan kegiatan bisnis. Kemudian, anda mendapat keuntungan dalam bentuk bunga. Ini adalah salah satu sisi positif dari investasi: Anda tidak perlu melakukan apa-apa. Jadi, investasi cocok bagi anda yang memiliki kegiatan utama yang lain; tabungan atau dana pensiun bisa menjadi alternatif investasi yang aman bagi anda yang merasa tidak memiliki bakat di bidang ini.

Sisi negatifnya adalah: Anda tidak bisa mengendalikan atau menentukan target profit yang ingin anda dapatkan dalam periode tertentu. Profit yang anda peroleh bisa saja tidak signifikan, tergantung kepada pengelolanya dan tingkat profitabiltas perusahaan. Oleh sebab itu, anda harus memilih investasi yang benar dan dikelola oleh badan usaha yang sudah diakui reputasinya.

2)  Trading

Sebaliknya, trading lebih bersifat “aktif.” Artinya, anda sebagai pelaku harus bekerja sendiri untuk mendapatkan target profit pada periode tertentu. Jika anda tidak bekerja secara aktif, maka anda tidak akan mendapatkan profit, atau bahkan kehilangan uang dalam jumlah besar. Dalam hal ini, anda harus mengandalkan kemampuan sendiri, harus belajar dari pengalaman anda atau dari pengalaman orang lain, dan terus mencoba dan berusaha. Profit yang anda dapatkan tergantung kepada tingkat usaha anda.

Sebagai contoh, ketika anda memutuskan untuk terjun ke dunia foreign exchange (forex), maka anda harus mulai memahami sifat dari forex trading, strategi trading, dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi profitabilitas anda di dunia trading. Pada intinya, ada sejumlah strategi yang dapat dipelajari, namun anda juga harus siap untuk gagal dan belajar kembali dari kegagalan anda.

Ketahui Logika Sederhana Dibalik Investasi

Coba perhatikan ilustrasi berikut: seorang agen datang kepada anda dan menawarkan sesuatu yang katanya “investasi”, karena memang anda harus mengeluarkan sejumlah uang baik sebagai modal atau biaya registrasi. Lalu, anda diminta untuk bekerja keras membangun jaringan (misalnya mengajak orang untuk bergabung atau membeli suatu produk), dan profit yang anda peroleh ditentukan oleh seberapa banyak orang yang bisa anda ajak. Lalu, menurut anda, “Apakah itu investasi atau trading?”

Jika dilihat dari sifat pekerjaannya, jelas-jelas itu bukan suatu investasi, karena andalah yang menentukan nasib sendiri. Jadi, jika ingin berinvestasi, pastikan itu adalah investasi terpercaya, karena sudah sangat banyak orang yang menjadi korban, bahkan hingga ratusan juta rupiah dan milyaran rupiah akibat investasi bodong. Iming-iming keuntungan berlipat-lipat di bawah nama samaran “arisan berantai”, “pohon uang”, “money game,” atau bahkan “saham pre-IPO” (dari perusahaan antah-barantah) telah membuat orang rela mengeluarkan uang dalam jumlah banyak.

Tidak bisa dipungkiri, keuntungan yang besar di depan mata tentunya tidak akan dilewatkan oleh siapa pun. Namun, logika sederhananya seperti ini: tidak ada keuntungan besar yang datang secara instan tanpa usaha apapun. Lalu, bagaimana mungkin seseorang akan memberikan keuntungan dua kali lipat dalam waktu 1 atau 2 bulan saja, sementara anda hanya berpangku tangan di rumah? Bank milik pemerintah saja tidak berani memberi bunga di atas 14% dalam setahun. Ini adalah logika sederhana yang perlu anda camkan sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia investasi.

Nah, lalu apakah benar-benar tidak ada investasi yang aman? Tentu saja ada, namun anda harus memilih sesuai minat, latar belakang pengetahuan, dan budget. Berikut adalah beberapa pilihan investasi yang aman yang bisa anda pelajari:

Pelajari Jenis Investasi Terbaik dan Terpercaya Yang Sesuai Untuk Anda

Investasi Properti

Investasi di sektor properti adalah salah satu pilihan investasi terbaik bagi anda yang tidak ingin berspekulasi terlalu tinggi dengan dana investasi. Properti alias aset tetap seperti tanah dan real estate memiliki nilai yang selalu bertambah, meskipun penambahannya tidak dinikmati setiap bulannya. Memang, investasi properti membutuhkan modal yang relatif besar dibanding investasi lainnya.

Ada dua alternatif penghasilan yang bisa diperoleh dari investasi properti. Alternatif pertama biasa juga disebut dengan penghasilan pasif. Penghasilan jenis ini tidak dinikmati secara regular tiap bulan. Pertambahan nilainya akan terasa saat properti tersebut dijual. Misalnya, anda membeli sebuah rumah untuk ditempati atau untuk hunian anda saat pensiun. Anda tidak menikmati penghasilan bulanan atau tahunan dari rumah tersebut, namun saat dijual, nilainya bisa saja naik secara signifikan (bahkan hingga dua kali lipat).

Alternatif penghasilan kedua adalah penghasilan aktif. Dalam hal ini, anda membeli properti, seperti tanah, apartemen, atau rumah (termasuk rumah kos) untuk disewakan. Anda menikmati penghasilan bulanan atau tahunan berupa hasil sewa. Namun, anda juga membutuhkan strategi investasi yang benar agar investasi properti anda memberikan kontribusi keuntungan yang berarti. Berikut adalah beberapa tips aman ‘bermain’ di investasi properti:

  • Tentukan jenis penghasilan yang anda inginkan dari investasi tersebut; apakah berupa penghasilan aktif atau pasif? Kemudian, barulah tentukan jenis aset yang ingin anda beli.
  • Pilih lokasi yang sesuai; lokasi adalah salah satu faktor kunci keberhasilan dalam investasi properti. Misalnya, jika anda ingin berinvestasi dalam bentuk rumah kontrakan atau rumah kos, maka carilah lokasi di sekitar kampus.Selain itu, pastikan anda memilih properti di lokasi yang dekat dengan fasilitas umum, seperti jalan raya, sekolah, stasiun, supermarket, atau fasilitas penting lainnya).
  • Dan yang tak kalah penting: jangan memilih lokasi di daerah yang dikenal rawan bencana, baik bencana alam ataupun kebakaran. Jadi, usahakan tidak membeli properti  di kawasan pemukiman padat, kawasan rawan gempa, atau kawasan rawan banjir.
  • Membeli properti persis di pinggir jalan raya juga tidak dianjurkan, karena beresiko tergusur  saat terjadi pelebaran jalan.

Investasi Emas

Emas adalah logam mulia yang nilainya paling tinggi, serta memiliki likuiditas tertinggi setelah uang tunai dan tabungan. Oleh sebab itu, emas selalu menjadi salah satu objek investasi yang nyaris tidak pernah membawa kerugian bagi pemiliknya. Nilai emas yang terus bertambah dari masa ke masa dan tidak adanya penyusutan nilai membuat investasi ini semakin diminati. Cara kerjanya pun sangat simple: anda cukup membeli emas dan menjualnya suatu saat ketika dibutuhkan.

Selain nilainya yang terus bertambah, ada beberapa keuntungan lain dari investasi emas, di antaranya:

  • Modal awal relatif kecil; pembelian emas bisa dilakukan kapan saja, sesuai kemampuan finansial anda. Artinya, emas simpanan anda bisa dibeli dengan cara dicicil, disimpan, dan kemudian dijual kembali.
  • Proses pembelian dan penjualannya mudah; toko emas tersebar di seluruh wilayah, bahkan hingga ke tingkat desa. Jadi, siapapun memiliki akses yang mudah untuk membeli emas secara fisik. Demikian juga untuk menjualnya.

Namun, investasi emas juga memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya adalah masalah keamanan. Menyimpan emas secara fisik di rumah tentunya beresiko tinggi terhadap pencurian atau perampokan. Jadi, jika anda menginginkan investasi yang aman untuk emas, sebaiknya simpanlah emas anda di safe deposit box (suatu layanan penyimpanan barang berharga yang tersedia di bank). Resiko berikutnya adalah pemalsuan. Emas (khususnya dalam bentuk perhiasan) cukup rentan terhadap pemalsuan.

Berikut adalah beberapa tips penting agar investasi emas anda aman dan resiko kerugian bisa diminimalisir:

  • Jika ingin berinvestasi dalam bentuk emas fisik (seperti perhiasan atau emas batangan), sebaiknya pilih tempat penyimpanan yang aman seperti di deposit box bank; memang, anda akan dikenakan biaya administrasi, namun layanan ini akan jauh lebih aman dibanding anda menyimpannya sendiri di rumah.
  • Jika tidak ingin mengambil resiko dengan emas fisik, anda bisa memulai dengan investasi sertifikat emas, yang biasanya ditawarkan oleh bank. Untuk jenis investasi ini, anda tidak menyimpannya secara fisik; namun, anda membuka suatu rekening deposito atau tabungan emas di bank. Cara kerjanya layaknya seperti tabungan, hanya saja saldo tabungan anda sesuai dengan harga emas yang berlaku.
  • Jika ingin lebih praktis lagi, anda bisa melakukan investasi emas secara online. Cara kerjanya hampir sama dengan sertifikat emas, namun proses jual beli dilakukan secara online. Anda tidak mempertukarkan emas, namun hanya nilainya, sedangkan emas anda tersimpan aman di  Bullion Association.
  • Pelajari cara kerja setiap jenis investasi emas, beserta keuntungan dan kerugian masing-masing.
  • Untuk investasi emas online, pastikan anda memilih pengelola investasi yang aman, dengan reputasi yang sudah diketahui. Salah satu adalah dengan memeriksa legalisasi perusahaan broker tersebut di Bapepam atau lembaga legalisasi broker internasional lainnya, seperti CFTC di Amerika Serikat.
  • Jangan pernah berinvestasi di perusahaan yang beresiko tinggi, misalnya perushaaan yang dikenal asal-usulnya, tidak memiliki kantor, tidak memiliki kontak yang jelas, perusahaan MLM, atau sejenisnya.

 Investasi Reksadana

Produk reksadana sebagai instrumen investasi bukan lagi sesuatu yang aneh bagi masyarakat modern. Reksadana menawarkan begitu banyak pilihan, mulai dari reksadana campuran, surat utang negara, reksadana saham hingga reksadana terproteksi. Secara sederhana, reksadana dapat diartikan dengan menyebar investasi anda dengan menggunakan instrumen investasi yang ada. Return of investment yang ditawarkan biasanya lebih tinggi (yakni sekitar 8 hingga 25 persen) dibanding tabungan atau giro.

Reksadana cocok untuk perencanaan finansial jangka panjang, misalnya untuk masa tua atau untuk pendidikan anak. Reksadana memang rentan terhadap naik-turunnya harga, sehingg cukup beresiko jika digunakan untuk jangka pendek. Namun, karena resikonya tinggi, prospek keuntungannya juga tinggi. Namun, untuk investasi jangka panjang di atas 5 tahun, reksadana bisa menjadi pilihan investasi terbaik karena nilainya cenderung naik dari masa ke masa.

Salah satu keuntungan lain dari investasi reksadana adalah tidak membutuhkan modal yang besar. Investasi ini bisa dijangkau oleh siapa saja; bahkan, dengan modal 100 ribu rupiah saja anda sudah bisa menjadi investor reksadana! Selain itu, likuiditasnya cukup tinggi; artinya, anda bisa menarik dana investasi anda kapan saja (misalnya saat return-nya meningkat).

Namun, tipe investasi ini juga memiliki sejumlah kelemahan (itulah sebabnya investasi ini dikatakan beresiko tinggi). Di antaranya: profitabilitasnya tergantung kepada pengelola dana investasi, sehingga hasil yang diperoleh investor tergantung kecakapan si pengelola. Selain itu, jika pemilihan waktu penarikan dana tidak tepat, bisa saja return of investment yang anda peroleh jauh dari harapan.

Oleh sebab itu, ada beberapa tips aman berinvestasi reksadana, bagi anda yang tertarik untuk mencoba peruntukan di bidang ini:

  • Pelajari seluk-beluk reksadana investasi, beserta instrumen-instrumennya untuk mencegah atau meminimalisir potensi kerugian;
  • Pilihlah manajer investasi dan bank yang baik dan memiliki reputasi yang sudah diakui.
  • Lakukan pengecekan ke Bapepam untuk mengetahui identitas, legalisasi, dan reputasi lembaga pengelola dana investasi tersebut.
  • Rencanakan investasi anda secara matang, termasuk periode investasi yang anda inginkan.
  • Konsultasikan dengan manajer investasi terpercaya jika anda ingin menarik dana investasi, untuk memastikan bahwa return of investment yang anda peroleh cukup berarti.
  • Jangan memilih produk reksadana dari perusahaan-perusahaan kecil yang kredibilitasnya masih dipertanyakan. Beberapa perusahaan resmi yang sudah terdafatar, seperti OSK, Danareksi, Mandiri Sekuritas, E-Trading, atau Panin Sekuritas, bisa menjadi pilihan anda.

 Investasi Tabungan dan Deposito

Deposito dan tabungan adalah salah satu pilihan investasi yang aman. Resiko keduanya sangat minim, bahkan sekaligus bank tempat anda menabung dilikuidasi atau ditutup; karena pemerintah menjamin uang anda. Tipe investasi ini cocok bagi anda yang tidak menyukai spekulasi atau tidak ingin bermain di wilayah abu-abu. Keuntungan yang anda dapatkan jelas, sesuai tarif bunga tabungan atau bunga deposito yang berlaku. Investasi ini terkenal aman, terutama jika anda menabung di bank-bank besar atau bank milik pemerintah.

Tabungan dan deposito memiliki sejumlah kesamaan dan perbedaan. Keduanya sama karena anda menempatkan uang anda di bank dan anda menerima keuntungan dalam bentuk bunga. Bedanya adalah kalau tabungan jauh lebih likuid, artinya, bisa diambil kapan saja jika anda membutuhkan (terutama dengan adanya fasilitas ATM), sedangkan deposito hanya bisa diambil setelah jatuh tempo. Namun, bunga deposito relatif lebih tinggi dibanding bunga tabungan.

Namun, sesuai tingkat resikonya yang rendah, investasi ini menghasilka  return of investment yang relatif kecil (dibanding investasi reksadana atau emas). Besaran bunga tidak terlalu fluktuatif. Selain itu, khusus untuk deposito, anda bisa saja dikenakan penalti jika dana deposito ditarik sebelum jatuh tempo yang telah ditetapkan.

Berikut adalah beberapa tips aman investasi yang benar dengan tabungan atau deposito:

  • Pilih bank yang memiliki reputasi baik, terutama bank skala nasional atau bank pemerintah seperti Mandiri, BNI, BCA, Bank Meka, CIMB Niaga, BRI, Citibank, BII, dan lain-lain sebagainya;
  • Khusus untuk deposito, buat rencana keuangan yang matang. Tentukan kapan anda membutuhkan dana tersebut kembali.
  • Semakin lama jangka waktu deposito, tarif bunganya lebih tinggi; jadi, jika anda menargetkan keuntungan yang lebih besar, pilih jangka waktu yang lebih lama.
  • Tabungan cocok digunakan untuk dana cadangan sementara; jika anda merasa tidak akan menggunakan uang tersebut dalam waktu dekat, sebaiknya pilih deposito
  • Hindari investasi deposito atau tabungan ketika inflasi sedang tinggi, karena profit anda bisa ‘hanyut’ oleh inflasi. Jadi, pelajarilah terlebih dahulu kondisi perekonomian secara makro sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk deposito atau tabungan
  • Konsultasikan perencanaan keuangan anda pada petugas bank di mana anda akan menyimpan uang.

Investasi Obligasi

Obligasi juga bisa menjadi pilihan investasi terpercaya, dan sifatnya hampir sama dengan deposito atau tabungan. Namun keduanya berbeda secara signifikan terutama dalam hal pengelola dana investasi anda. Untuk deposito dan tabungan, dana investasi dikelola oleh bank, sedangkan dana obligasi dikelola oleh perusahaan. Secara sederhana, obligasi sama dengan surat hutang (aksep) jangka panjang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk nominal dan jangka waktu tertentu.

Cara kerjanya cukup sederhana: anda meminjamkan uang kepada perusahaan, dan anda mendapatkan bunga selama jangka waktu pinjaman (biasanya antara 5 hingga 20 tahun). Oleh sebab itu, perusahaan pengelola obligasi mencatatnya sebagai utang jangka panjang. Salah satu keunggulan dari obligasi adalah banyaknya pilihan jenis obligasi. Di antaranya adalah:

  • Obligasi dijamin vs obligasi tanpa jaminan

Obligasi dengan jaminan disebut juga hipotik. Dalam hal ini, surat hutang yang dikeluarkan perusahaan dijamin dengan aset tetap, bisa berupa real estate. Sebaliknya, seperti namanya, obligasi tanpa jaminan tidak disertai hipotik. Varian tanpa jaminan ini biasanya disertai tawaran bunga obligasi  yang tinggi agar investor terkait. Namun, karena tanpa jaminan, obligasi ini cukup beresiko; jika perusahaan pengelola mengalami pailit, maka akan sulit bagi anda mendapatkan uang anda kembali.

  • Obligasi berjangka; periode hutang jatuh tempo pada tanggal tertentu
  • Obligasi serial; obligasi dengan jatuh tempo berangsur
  • Obligasi yang dapat ditebus, maksudnya, dana obligasi bisa ditebus sebelum jatuh tempo
  • Obligasi konvertibel, yakni obligasi yang dapat dikonverso ke surat berharga lain
  • Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang biasanya dikeluarkan oleh pemerintah

Agar investasi dengan obligasi menguntungkan, berikut adalah beberapa tips yang dapat anda coba:

  • Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dengan obligasi, ada baiknya anda mempelajari jenis-jenis obligasi, keuntungan dan resikonya, sehingga anda tidak salah pilih. Modal yang dikeluarkan oleh investor individu biasanya cukup besar. Jadi, kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal.
  • Jika anda seorang pemula, sebaiknya mulai dengan ORI, karena tingkat keamanannya paling tinggi
  • Jika ingin berinvestasi dengan obligasi perusahaan, maka usahakan mencoba dari kriteria paling tinggi; modalnya memang lebih besar, tapi resikonya lebih rendah, dan resiko kegagalan lebih kecil. Contohnya adalah obligasi dari perusahaan swasta ternama, seperti Astra,  banka skala nasional, dan lain-lain.

Investasi saham

Saham bisa menjadi pilihan investasi terbaik bagi anda yang menyukai tantangan. Secara singkat, saham bisa didefinisikan sebagai share atau bagian kepemilikan atas suatu badan usaha. Dengan membeli saham dari sebuah perusahaan seperti PT. Telkomsel misalnya, otomatis anda sudah memiliki andil atau share di perusahaan sesuai dengan dana yang anda investasikan di Telkomsel. Profit yang anda peroleh disebut dividen. Artinya, anda memiliki hak suara dalam proses pengambilan keputusan di perusahaan.

Selain dividen, keuntungan dari investasi saham adalah peluang capital gain, yakni jika nilai jual saham anda jauh berada di atas nilai beli. Selisih Rp. 500 saja bisa berarti signifikan jika anda memiliki banyak lembaran saham. Namun, investasi ini juga beresiko. Di antaranya adalah resiko capital gain, misalnya, ketika anda membutuhkan uang dan memutuskan menjual saham anda saat harga jualnya berada di bawah harga beli. Resiko berikutnya adalah kemungkinan perusahaan pailit atau dilikuidasi. Aset-aset perusahaan bisa saja tidak cukup untuk mengembalikan saham investor.

Jadi, tips investasi yang aman dengan saham langsung di perusahaan adalah memilih perusahaan yang terpercaya dan memiliki profitablitas yang tinggi. Selain itu, jangan tergoda dengan iming-iming saham pre-IPO yang ditawarkan oleh perusahaan yang tidak jelas statusnya. Perlu diingat bahwa investasi bodong berkedok saham termasuk jenis penipuan yang marak terjadi dan sudah menelan banyak korban. Bila perlu, pelajari track record perusahaan tersebut (bisa jadi dari laporan keuangan dan sistem manajemennya) sebelum anda membeli saham.

Investasi lainnya

Sebenarnya, masih ada banyak pilihan investasi yang menarik. Di antaranya adalah  investasi pada perusahaan franchise ternama seperti Indomaret atau Alfamart. Investasi dalam bentuk barang-barang antik bisa juga menjadi alternatif yang menarik. Untuk barang-barang seni seperti lukisan atau patung, semakin lama disimpan, nilai jualnya semakin tinggi. Namun, investasi seperti ini tidak dikuid; artinya, saat anda membutuhkan uang, belum tentu ada orang yang akan membeli koleksi anda dengan harga tinggi.

Terapkan Manajemen Resiko Investasi

Oleh sebab itu, apapun jenis investasi yang anda pilih, pastikan anda menerapkan manajemen resiko investasi secara benar untuk meminimalisir resiko kerugian akibat hal-hal yang tidak anda prediksi sebelumnya. Manajemen resiko khususnya sangat penting bagi investor pemula, karena mereka belum memiliki pengalaman dan wawasan di bidang investasi. Investor pemula seringkali menjadi korban rayuan agen investasi yang menawarkan harga saham atau modal awal investasi yang sangat rendah (bahkan di luar kewajaran). Berikut adalah beberapa prinsip dasar manajemen resiko yang mungkin dapat membantu anda:

  • Jangan terprovokasi oleh pemberitaan tentang kondisi perekonomian

Saat kondisi perekonomian dilaporkan memburuk, biasanya akan terjadi panic selling, di mana para investor berlomba-lomba untuk menarik uang mereka  sebelum kepailitan (yang diberitakan) terjadi. Padahal, dalam keadaan seperti ini, harga saham atau bunga obligasi biasanya turun drastis. Akibatnya banyak investor menderita capital loss.

  • Usahakan tidak menumpuk modal anda di satu tipe investasi; anda bisa memvariasikan jenis investasi yang anda pilih. Contohnya untuk obligasi, anda bisa mengambil satu varian yang beresiko tinggi (dengan peluang profit yang besar) dan satu varian yang resikonya rendah (dengan peluang profit yang lebih rendah pula). Dengan taktik seperti ini, anda tidak akan kehilangan seluruh uang anda saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
  • Jangan ragu untuk bermain investasi yang aman, terutama jika anda bukan tipe orang yang suka berspekulasi demi mengejar profit besar. Jika investasi anda bertujuan untuk jaminan masa tua atau pendidikan anak, tidak ada salahnya anda bermain di zona aman untuk mengurangi faktor resiko.

Terakhir, waspadai tawaran investasi yang hanya menyebutkan keuntungan besar saja, tanpa ada penjelasan tentang resikonya. Secara normatif, keuntungan yang besar biasanya dibarengi resiko yang besar pula. Jika anda hanya tau ‘manis’nya saja, maka anda tidak akan siap untuk menelan pahitnya. Investasi terbaik adalah investasi yang dipertimbangkan dengan cara terbaik pula. Selamat berinvestasi.

sumber: http://www.analisaforex.com

%d bloggers like this: